Select Page

.

.

.

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNDIKMA BEKERJASAMA DENGAN
AFKHI (ASOSIASI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INDONESIA) DAN
IARMCP (INDONESIA AUSTRALIA RED MEAT & CATTLE PARTNERSHIP)
MENGGELAR PELATIHAN TENAGA KESEHATAN HEWAN

Sumbawa, 04/04/2024. Setelah sukses menggelar Pelatihan Tenaga Kesehatan Hewan untuk tenaga kesehatan hewan di Pulau Lombok pada tanggal 18 – 21 Desember 2023 di Kota Mataram, Fakultas Kedokteran Hewan UNDIKMA Kerjasama dengan AFKHI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia) dan IARMCP (Indonesia Australia Red Meat & Cattle Partnership) kembali menggelar Pelatihan Tenaga Kesehatan Hewan dalam rangka pengendalian dan penanggulangan wabah penyakit pada sektor peternakan sapi untuk tenaga kesehatan hewan di Pulau Sumbawa pada tanggal 4 – 7 Maret 2024 di Hotel Grand Sumbawa.

Peserta berjumlah 30 orang dokter hewan yg terdiri dari peserta dari Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Sumbawa (14), dinas pertanian kabupaten Sumbawa barat (5 ), UPTD BPT HMT Serading (2), Dinas Pertanian kota Bima (3), Dinas Pertanian kabupaten Bima (3), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Dompu (3), yang mewakili setiap wilayah di Pulau Sumbawa.

Adapun untuk fasilitator terdiri fasilitator Nasional antara lain drh. Susilo Budi Sulistyo , Dr. Nusdianto Triakoso, drh. MP (FKH Universitas Airlangga), Dr. drh. Kholik, M.Vet (FKH Undikma), drh. Adhitya Yoppy, M.Si (FKH UWKS) dan drh. Ardiana (BB VET).

Saat acara pembukaan, terlihat beberapa tamu undangan dari unsur Pemda Sumbawa seperti Drs. Irawan Subekti (Asisten pemerintahan & kesra) mewakil Bupati Sumbawa, H. Junaidi, S.Pt (Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan kab. Sumbawa), Kabid Keswan Sumbawa (drh.Rini Handayani, M.Si) dan beberapa undangan lainnya. Dekan FKH UNDIKMA sekaligus fasilitator nasional mengungkapkan bahwa pelatihan dilaksanakan di 12 provinsi yang terdiri dari 23 batch dengan jumlah total peserta 690 orang termasuk yang berlangsung di pulau Sumbawa. Setelah pelatihan diharapkan akan terbentuk jejaring petugas tenaga kesehatan hewan garis depan Indonesia yang bisa membantu kebutuhan nasional dan mampu digerakkan untuk mendeteksi dan merespons ancaman wabah penyakit infeksi baru dan berpotensi zoonosis di masa mendatang.

.

X