
Dosen La Laguna University, Spain, bersama dosen Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan dan penyempurnaan instrumen penelitian kolaboratif tentang ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16 September 2026 di Ruang Sidang Bacalah UNDIKMA.
FGD ini merupakan bagian dari proyek penelitian kolaboratif antara La Laguna University dan UNDIKMA yang diarahkan untuk memahami bagaimana masyarakat menghadapi berbagai dampak bencana alam, tidak hanya dari perspektif kesulitan dan kerentanan, tetapi juga dari sisi kekuatan individu dan kolektif yang muncul dalam situasi krisis.
Dalam penelitian tersebut, aspek yang menjadi perhatian antara lain solidaritas, daya bangkit (resilience), rasa kebersamaan, serta keteguhan untuk terus melangkah setelah mengalami bencana. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan diri dari situasi bencana.
Melalui FGD, para dosen dari kedua perguruan tinggi membahas sejumlah aspek penting dalam pengembangan instrumen, mulai dari kesesuaian konstruk dan indikator, kejelasan redaksi setiap butir pertanyaan, relevansi konteks sosial dan kebencanaan, hingga keterukuran instrumen. Diskusi juga diarahkan untuk memastikan bahwa setiap butir mampu merepresentasikan pengalaman masyarakat secara tepat dan tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda bagi responden.


Instrumen penelitian yang disusun mencakup beberapa bagian, antara lain persetujuan partisipasi, pengalaman dan dampak setelah kejadian bencana, serta aspek-aspek ketangguhan masyarakat. Prinsip kerahasiaan dan anonimitas partisipan juga menjadi perhatian dalam penyusunan instrumen, sehingga data yang diperoleh dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk kepentingan penelitian, pengajaran, dan pengembangan pengetahuan.
Kolaborasi antara La Laguna University dan UNDIKMA melalui penelitian ini sekaligus menunjukkan komitmen kedua institusi dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan penelitian yang berorientasi pada persoalan nyata di masyarakat. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang bentuk dukungan dan intervensi yang lebih sesuai bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan FGD berlangsung dalam suasana akademik yang kolaboratif. Para peneliti dari kedua universitas bertukar perspektif dan pengalaman untuk menghasilkan instrumen penelitian yang memiliki validitas, relevansi, dan sensitivitas terhadap konteks masyarakat terdampak bencana.
Melalui tahapan penyusunan instrumen yang matang, penelitian kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan data yang mampu menggambarkan ketangguhan manusia dan masyarakat dalam menghadapi situasi ekstrem, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan strategi penanggulangan dan pemulihan pascabencana.





