Select Page

Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) UNDIKMA menyelenggarakan lokakarya penguatan evaluasi diri SPMI selama tiga hari dari Kamis hingga Sabtu (26-28 Desember 2019), bertempat di Ruang Sidang “Bacalah” UNDIKMA yang diikuti oleh semua Ketua Program Studi di lingkungan UNDIKMA, dengan narasumber Rektor UNDIKMA, Prof. Kusno, DEA.,Ph.D., Wakil Rektor I, Dra. Ni Ketut Alit Suarti, M.Pd., Ketua LPMI, Syahrir, M.Pd., dan Sekretaris II LPMI, Ade Kurniawan, M.Pd.

Ketua LPMI, Syahrir, M.Pd. dalam keterangannya mengungkapkan bahwa penguatan evaluasi diri SPMI bertujuan sebagai ajang pengukuruan dan standarisasi unit kerja terkait bidang akademik. Instrumen evaluasi diri SPMI ini merupakan instrumen yang bertujuan mengevaluasi kinerja program studi dalam melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) program studi dan fakultas.

Lebih lanjut Syahrir menyampaikan sistem pengendalian merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan lembaga melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan kegiatan akademik, pengendalian kegiatan akademik, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Untuk itu mempersiapkan unsur dosen, dan pimpinan menjadi lembaga yang inovatif, produktif, dan berkarakter yang berwawasan entrepreneur adalah sesuatu yang sangat urgent.

Sementara itu Sekretaris II LPMI, Ade Kurniawan, menambahkan bahwa lokakarya diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kualitas pengelolaan kelembagaan di lingkungan UNDIKMA serta meningkatkan jumlah solusi alternatif pengembangan pengelolaan program studi di lingkungan UNDIKMA dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas Laporan Evaluasi Diri Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Program Studi Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), dan Strata Dua (S2) di lingkungan UNDIKMA. “Secara teknis kegiatan, hari pertama di isi dengan penyampaian materi, hari kedua dan ketiga di isi dengan diskusi, praktek pengisian instrumen evaluasi diri dan presentasi”, ungkap Ade mengakhiri keterangannya. (B4).

X