Select Page

Manajemen Pakan yang Baik Mendorong Peningkatan Produktivitas Ternak

Oleh: Dina Oktaviana, S.Pt., M.Sc.
(Dosen Prodi Pendidikan Dokter Hewan FKH UNDIKMA)

20/06/2020. Pakan adalah sesuatu yang diberikan ke ternak secara intensif yang tidak mengandung rancun dan berfungsi sebagai penunjang hidup pokok, produksi dan reproduksi, pakan harus mengandung segala macam nutrient yang dibutuhkan misalkan energi (karbohidrat), protein, lemak, serat serta vitamin dan mineral. Pakan memegang perang penting dalam indutri peternakan karena pakan menguasai sekitar 60-70 % dari total biaya pemeliharaan seekor ternak.

Menyadari peran penting aspek pakan, baik unggas maupun ruminansia, maka perlu pengembangan usaha produksi pakan mandiri yang dikelola oleh kelompok masyarakat peternak secara berkelnajutan menggunakan bahan pakan lokal. Nusa Tenggara Barat sebagai lumbung sapi bali telah mencanagkan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) guna “mewujudkan masyarakat Nusa Tenggara Barat yang beriman dan berdaya saing (bersaing) degan menumbuhkan ekonomi pedesaan yang berbasis sumber daya lokal dengan mengedepankan prinsip pembagunan berkelanjutan, dan peternakan sapi merupakan sumber daya lokal masyarakat yang harus ditumbuh kembangkan degan model pemeliharaan intesif dan semi intensif.

Pemeliharaan secara intensif  berarti peternak harus selalu menyediakan pakan hijauan secara kontinyu di kandang. Peternak di NTB khususnya setiap hari mencari rumput sebagai salah satu bahan pakan pokok tunggal yang diberikan kepada ternak. Rata-rata setiap peternak memelihara sapi sekitar 2 sampai 3 ekor  sedagkan kemampuan peternak dalam mencari hijauan makanan ternak (HMT) sekitar 1 sampai 2 karung degan berat rata rata 10 kg, apakah ini akan menjamin pemenuhan kebutuhan seekor ternak? Terkadang para peternak juga mengeluhkan mengapa sapi tidak bisa gemuk atau pertumbuhan tidak maksimal, disinilah sering terjadi kesalah pahaman oleh peternak. Kebutuhan pakan seekor ternak adalah 10% dari bobot badan. Misalkan peternak memiliki 2 atau 3 ekor yang 1 ekornya memiliki berat 400 kg maka jika 2 ekor berat nya adalah 800 kg sebaiknya lah peternak mencari rumput sekitar 80 kg, lantas apakah mampu peternak mencari rumput sebanyak itu?.jika musim kemarau bagaimana? Jika musim tanam padi bagaimana? Dalam penyediaan bahan pakan ditentukan oleh banyak faktor seperti musim, distribusi dan manajemen stok bahan pakan. Oleh karena itu harus ada bank pakan.

Bank pakan merupakan solusi untuk para perternak dalam menyediakan pakan berkualitas yang memiliki kecukupan nutrien dan tersedia setiap saat. Usaha mewujudkan bank pakan sama degan mewujudkan swasembada pangan hewani untuk mendukung ketahanan pagan Indonesia. Salah satu wujud bank pakan adalah degan pembuatan silase. Silase adalah proses pengawetan bahan pakan hijauan yang dimasukkan kedalam silo  (drum atau kantong plastik) yang kedap udara an aerob dengan prinsip fermentasi. Proses silase ini melibatkan bakteri-bakteri atau mikroba yang membentuk asam susu, yaitu Lactis Acidi dan streptococcus yang hidup secara anerob dengan derajat keasaman 4(pH 4). Silase dapat memanfaatkan jerami padi jerami jagung dan berbagai HMT sangat pas dibuat saat melimpahnya bahan pakan misalkan saat panen raya, sehingga kebutuhan pakan musim kemarau tercukupi. Degan adanya silase ini menjadi solusi terhadap kendala peternakan rakyat selama ini yaitu mereka banyak menghabiskan waktu untuk mencari HMT setiap hari. Kadang tidak sempat bersilaturrahmi degan tetangga, tidak bisa menghadiri undangan akad nikah, bahkan untuk berwisata degan keluarga, degan adanya silase dr jerami padi ataupun jerami jagung yang mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama sebagai tabungan pakan maka peternak tidak perlu untuk mencari menyabit rumput setiap hari, jadi peternak lebih fokus terhadap reproduksi dan kesehatan sapi, bahkan bisa meningkatkan kemampuan beternak dari 2 ekor bisa sampai 12 ekor. Saatnya sapi diberi makan seperti memberikan pakan pada unggas.

Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak pada saaat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang.
Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau.
Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi.
Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampasa tahu,tumpi jagung, jerami jagung, jerami padi dan HMT lainnya.
Proses Membuat silase:

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:

Tetes tebu (molasses) = 3% dari bahan silase
EM4 Warna coklat  = 2% dari bahan
Dedak hulus =5% dari bahan silase
Gula Pasrir = 2-3 % dari bahan silase bisa digunakan sebagai pegganti molases
Onggok = 3% dari bahan silase
Rumput Gajah atau hijauan, jerami jagung, jerami padi sebagai bahan silase
Silo atau kantong plastic.
Cara membuat Silase

Potong rumput hijau tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam silo dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk.
Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran.
Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam silo dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara.
Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo. Dan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan paling atas.
Setelah pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastik, dan ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan Tanah.
Cara pengambilan silase

Sesudah (3) minggu proses ensilase telah selasai, dan silo dapat dibongkar, selanjutnya diambil ensilasenyas. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahkan lebih.
Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari.
Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu.
Jangan sering-sering membuka silo untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak
Ciri-ciri silase yang baik

Rasa dan wanginya asam
Warna pakan ternak masih hijau
Teskstur rumput masih jelas
Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal
Meningkatkan nilai gizi jerami jagung sebagai pakan untuk menunjang penyedian pakan sepajang tahun.

Kandungan Nutrisi Silase Jerami Jagung

Kandungan Nutrisi %
Bahan Kering 23,68
Protein Kasar (% BK) 8,99
Serat Kasar (% BK ) 25,14
Lemak Kasar (% BK) 1,63
Total Digestible Nutrient ( %BK) 58, 74
Energi Total (Kcal/Kg) 36, 136

Sumber :

peternakankita.com

Ditjen PKH Kementan RI

.

X